KEPURUN PUNYA CERITA



KEPURUN PUNYA CERITA




            Satu tahun yang lalu, saya mengikuti Organisasi Dewan Penggalang ( DP ). Dalam organisasi saya menjabat sebagai Pratami atau biasanya sebagai pimpinan putri. Sebelum mengikuti organisasi, saya dan teman teman diseleksi terlebih dahulu. Berbagai ujian kami lewati, baik tertulis maupun fisik. Dan Alhamdulillah kami terpilih sebagai Dewan Penggalang. Tugas DP biasanya setiap Jumat siang, mengajar Pramuka, saling berbagi ilmu kepada adek adek kelas yang kami bina. Menjadi DP ada susahnya ada senengnya. Senengnya kalo lagi kumpul bareng, kemana mana selalu bareng. Susahnya kadang juga kecapekan, juga kewalahan mengajar adek adek yang sedikit bandel.
            Sebelum mengajarkan pada adek kelas, hari sebelumnya kami mengadakan acara pemadatan atau mematangkan materi yang akan disampaikan pada adek kelas, biasanya pemadatan diadakan 1 minggu sebelumnya, yaitu pada hari Sabtu. Kita juga mengadakan rapat untuk pembagian kelas. Setiap rapat sering ada perbedaan pendapat dan semua hampir ingin menang sendiri.  Setiap mengajar pada hari Jumat, kita biasanya didampingi oleh kakak pembina, seperti  Kak Muryanto, Kak Umi, Kak Nurini, Kak Istri, dan lainnya. Pernah juga kakak kakak DA dari Smansa datang untuk ikut membagi ilmu.
            Pada program kerja kami, setiap selesai tes akhir semester diadakan wide game, pada wide game dibagi biasanya 6 post dan disetiap post dijaga oleh anggota DP yang sebelumnya sudah dibagi. Nilai dari setiap post diambil dari nilai kekompakan, keceriaan, kekreativan peserta, ketangkasan, dan masih banyak lainnya.
            Kami juga mengikuti LT 3 ( Lomba Tingkat 3 ), banyak persiapan yang harus kami siapkan. Baik mempersiapkan yel yel, baris berbaris, lomba memanfaatkan barang tak terpakai, mengecat tongkat yang sudah usang , latihan mendirikan tenda dalam waktu yang ditentukan, kadang kita harus merelakan waktu belajar kami di kelas untuk keluar latihan, dan hampir setiap hari pulang sore. Kami sempat kesal karena pada saat H-1 tiba tiba lomba diundur.
            Mendekati hari H, sorenya kami packing barang bawaan kami, hampir semua barang bawaan , kami masukkan kedalam tas carrier yang cukup besar kecuali tongkat dan ember ember besar. Lucunya pada saat praktek pengangkatan tas, teman kami ada yang jatuh karena keberatan membawa tas.
            Keesokan harinya, kami berangkat dengan menggunakan truk. Sesampainya di Kepurun, kami turun dari truk dan menuju ke loket untuk meminta nomor tenda, lalu kami berbaris untuk pengecekan kelengkapan atribut. Lalu kami menurunkan barang bawaan kami dari truk, dan menuju Buper dengan berjalan kaki. Kami sering berhenti untuk beristirahat karena kami kewalahan karena jalan ke Buper itu menanjak, dan lumayan jauh.
            Sesampainya di  Buper, kami langsung mendirikan tenda dan persiapan untuk upacara pembukaan di Lapangan Kepurun. Selesainya upacara kami menuju ke tenda dan yang mendapat bagian lomba membuat gapura dari tongkatmenuju ke lapangan dan sisanya memasak di tenda.
            Berbagai lomba kami ikuti dengan gembira meskipun sebenarnya kami sudah lelah. Malam harinya kami kontingen putra juga putri mengikuti  lomba pensi, dan mendapat undian cukup lama. Dan hampir tengah malam kami memulai pensi kami, di tengah tengah pensi ada sedikit kendala,tiba tiba mati lampu. Selesainya pensi, kami menuju tenda untuk persiapan tidur.
            Keesokan harinya, kami  prepare untuk pulang. Sebelum pulang sebagian mengikuti upacara penutupan, dan yang berada di tenda beres beres. Kami melepas tali tenda dan melipat tenda, selesai membereskan tenda, kakak DA Smansa datang ke kontingen kami untuk memberi kenang kenangan yang telah dibuatnya berupa gelang.
            Kami menuju truk untuk menaikkan barang barang. Lalu kami pulang, didalam perjalanan kami bergurau menikmati angin, meski sempat hujan.  Sesampainya kami di sekolah, kami langsung pulang dan segala tas serta isinya ditinggal di aula. Meski lelah tapi kami senang.


Komentar